Kuasa Hukum Rahmat Effendi Jelaskan Soal Istilah "Sumbangan Masjid" -->

.

Kuasa Hukum Rahmat Effendi Jelaskan Soal Istilah "Sumbangan Masjid"

Admin
Kamis, 13 Januari 2022


Kota Bekasi - Naufal Alrasyid selaku kuasa hukum Walikota non aktif Rahmat Effendi mengaku belum bisa bertemu kliennya tersebut sejak ditetapkan menjadi Tersangka oleh KPK (Komisi  Pemberantasan Korupsi).


Dirinya menjelaskan, bahwa dirinya berkomunikasi dengan Rahmat Effendi hanya melalui via daring, karena beliau sedang melakukan Isolasi Mandiri sesuai protap yang ada


"Kalau via daring sih belum, tapi via orang kalau lawyer kan bisa membawa suratnya. Semua komunikasi kan daring, kecuali sakit ya bisa. Kalau hari ini beliau tidak sakit," tutur Naufal saat menggelar jumpa pers, Kamis (13/01/22).


Terkait soal istilah Sumbangan Masjid, Naufal menyatakan hal itu stigma yang bukan hukum. Pasalnya sumbangan masjid jika masjidnya ada ada kan bukan bahasa hukum.


"Itu gimana ya, stigma yang bukan hukum. Sumbangan masjid itu jika masjidnya ada gimana. Jadi sudahlah kita kembalikan ke proses hukum nya saja. Inikan namanya positifisme yang dibangun KPK ini," Ungkapnya.


Seperti diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menjadi tersangka kasus suap pembebasan lahan dan lelang jabatan. KPK menduga sebagian uang suap Rahmat mengalir untuk sumbangan masjid.


“Tersangka RE diduga meminta sejumlah uang kepada pihak yang lahannya diganti rugi, di antaranya dengan menggunakan sebutan untuk ‘Sumbangan Mesjid’,” kata Ketua KPK Firli Bahuri di kantornya, Jakarta, Kamis, 6 Januari 2022 dikutip Tempo.com. (GL)