IKBP Jalin Sinergitas Dengan Stakeholder Kota Bekasi -->

.

IKBP Jalin Sinergitas Dengan Stakeholder Kota Bekasi

Admin
Kamis, 01 April 2021


Kota Bekasi - Di tengah konflik genjatan senjata di Papua , Ikatan Keluarga Besar Papua (IKBP) di Kota Bekasi berharap dapat bersinergi dengan pemerintah daerah dan berharap tidak adanya diskriminasi.


Hal tersebut disampaikan oleh ketua Ikatan Keluarga Besar Papua (IKBP) Ayub Fadiban usai melakukan audensi dengan Kesbangpol Kota Bekasi dan perwakilan Polres Metro Bekasi Kota di Gate 19 Stadion Patriot Chandrabaga pada Kamis (01/04/20)


"Ini akan menjadi payung bagi seluruh warga Papua yang berada di luar khususnya Kota Bekasi, audensi ini kami lakukan agar walikota mengetahui keberadaan kami karena sampai hari ini terkadang mereka sulit untuk melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah dan terkadang ada kendala yang mereka hadapi," kata ketua Umum IKBP  Ayub Fadiban.


Ayub berharap dalam pertemuan tersebut dapat membuka jalan komunikasi antara warga Papua yang ada di Kota Bekasi  dengan Pemerintah Kota Bekasi. 


"Kami harapkan dengan pertemuan hari ini, tidak sampai di sini tapi akan berlanjut sehingga komunikasi kami dengan walikota Bekasi dan jajarannya, sehingga warga masyarakat Papua yang ada di Kota Bekasi tidak lagi mengeluh dan kami mendukung program nasional dan program walikota,"


Ikatan Keluarga Besar Papua sendiri terbentuk pada 13 Maret 2021, dari Masyarakat Papua dan Papua Barat, yang terdiri dari Organisasi Pemuda serta mahasiswa Papua yang berada di wilayah Jakarta dan sekitarnya.


IKBP pun meminta kepada Pemkot Bekasi agar warga Papua yang berada di wilayah Kota Bekasi untuk dapat dilibatkan dalam kegiatan kemasyarakatan. Pasalnya, kesempatan yang diberikan kepada warga Papua terhitung belum dirasakan sepenuhnya.



"Selama ini anak-anak akan mengenyam pendidikan terkadang pun mereka tidak mendapat ruang atau tidak mendapat perlakuan yang kurang baik, mudah-mudahan apa yang tadi disikapi oleh Kesbangpol Kota Bekasi ke depan tidak lagi seperti itu, kita harapkan semua baik," ujar Ayub.



Sementara itu, menjawab pernyataan IKBP, Kesbangpol Kota Bekasi melalui Sekretaris Badan (Sekban) bahwa pemerintah kota Bekasi tetap berkomitmen untuk menjaga toleransi dan memperlakukan sama diatas semua golongan masyarakat yang ada di Kota Bekasi. 



"Sebagaimana kita ketahui, pemerintah kota Bekasi tidak memilah milah atau memberikan diskriminasi, sama pemerintah kota Bekasi menaungi semua golongan semua agama yang ada di Kota Bekasi," seraya Endang.



Selain itu Kesbangpol Kota Bekasi melalui Sektretaris Badan (Sekban) Endang Suharyadi meminta setiap ormas melaporkan diri setiap 5 tahun untuk dapat diverifikasi. Untuk itu, IKBP dapat berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat terlebih di tengah pandemik Covid-19 khususnya di Kota Bekasi.


"Kami sedang mengadakan validasi atau lapor ulang, sebagaimana peraturan perundang-undangan setelah mendapat legalitas,harus lapor ke kesbangpol dan tercatat keberadaannya di Kota Bekasi," tambahnya 


Komitmen pemerintah Kota Bekasi dalam toleransi beragama juga. Sebagai kota yang heterogen, kota Bekasi terdiri dari banyak suku, ras dan agama yang semuanya dapat berbaur dengan warga asli Kota Bekasi. Sementara itu sejauh terdapat 171 ormas yang terdaftar di Kota Bekasi.


Diketahui dalam dialog dengan perwakilan pemerintah kota Bekasi, warga Papua yang diwakili ketua umum IKBP, Sekjen, Kepala bagian Hukum dan sejumlah anggota IKBP turut memberikan cindera mata berupa plakat kenang kenangan kepada Sekretaris Badan Kesbangpol endang suharyadi. (GL)