Dikepung Banjir, Wali Kota Bekasi Gerak Cepat Lakukan Rakor Bersama OPD

.

Dikepung Banjir, Wali Kota Bekasi Gerak Cepat Lakukan Rakor Bersama OPD

Admin
Senin, 22 Februari 2021


Kota Bekasi - Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi mengadakan pertemuan dengan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Camat se-Kota Bekasi di Media Center Stadion Patriot Candrabhaga, Kemarin Minggu, (21/02/22) 


Pertemuan membahas mengenai penyelesaian banjir di daerah perbatasan maupun di wilayah yang sedang mengalami setiap tahunnya terkena dinamika fenomena alam.


Dari hasil catatan dan pantauan ada sekitar 39 titik banjir di sekitaran wilayah Kota Bekasi, Wali Kota Bekasi menegaskan, seharusnya titik banjir bisa diantisipasi dengan beberapa cara dan tidak bertambah justru malah berkurang. 



"Titik banjir ini bisa kita antisipasi dengan cara merencanakan kembali beberapa pembuatan Polder air dan penambahan pompa air, Kita (Pemerintah) dapat menyelesaikan dengan cara merubah dan konsisten, tidak ada yang ditutupi dan tidak mencari penyelesaian yang sporadis tetapi selesaikan secara komprehensif," ungkap Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi


Menurutnya, ada beberapa indikator yang bisa diperbaiki seperti koordinasi antar instansi diperkuat ditambah dengan pemanfaatan lahan yang ada untuk Tandon air dan restorative justice diambil dalam hubungan (bagaimana antar interaksi itu dikembalikan kepada fungsi semulanya). 


" Dalam penyelesaian banjir juga perlu dikomunikasikan dengan Provinsi DKI dan Jawa Barat, apa yang kira-kira dapat dikerjakan bersama dalam mengatasi banjir dan sistem kerjanya harus saling koordinasi secara holistik," ucap Rahmat Effendi


Tambahnya, Kita susurin saluran yang ada dan kembalikan sebagaimana mestinya, terutama jalan yang dari mandala hingga tembus ke naga Jatiasih, buat dulu salurannya baru buat jalannya.


Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi juga meminta kepada jajarannya untuk turun langsung ke lapangan untuk tetap menjaga protokol kesehatan yang berlaku. 


"Meskipun saat ini kita dilanda banjir, Camat dan Lurah harus turun ke wilayah untuk melihat seberapa 4M dilakukan, seperti di hajatan atau lainnya, ijin keramaian di Kelurahan harus dibuatkan, sehingga yang hajatan dapat dikendalikan dan protokol kesehatan dapat dijalankan," ucapnya


Terakhir, beliau menginstruksikan agar segera dibuatkan rancangan polder air dan menindak tegas apabila ada pelanggar yang merusak saluran dengan mendirikan bangunan di atasnya. 


" Saya kasih waktu 3 hari langsung ditentukan rancangan folder yang sudah ditentukan penloknya, untuk para camat cari saluran dan apabila ada bangunan bongkar saja sehingga saluran yang ada tetap berjalan sesuai fungsinya," ucap Bang Pepen sapaan akrabnya. (GL)