SIPRONI, Langkah Kemenaker Tingkatkan Produktivitas Nasional

.

SIPRONI, Langkah Kemenaker Tingkatkan Produktivitas Nasional

Admin
Kamis, 03 Desember 2020
Grand Launching Aplikasi SIPRONI bertempat di hotel Holiday Inn, Jababeka Cikarang


Kab. Bekasi - Dalam rangka peningkatan daya saing dan produktivitas ditengah Pandemi Covid-19, Kementerian Ketenagakerjaan resmi meluncurkan Sistem Informasi Layanan Produktivitas Terkini (SIPRONI) di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (03/12/20).


Dirjen Binalattas Kemnaker, Budi Hartawan, mengatakan, peningkatan layanan produktivtlitas saat ini diarahkan agar implementasi peningkatan produktivitas dapat menghasilkan output yang fokus, masif, dan berkesinambungan


"Sistem aplikasi SIPRONI ini bertujuan untuk mengidentifikasi secara cepat kebutuhan peningkatan produktivitas setiap sektor usaha," ujar Budi Hartawan kepada wartawan


Budi Hartawan menjelaskan, SIPRONI merupakan suatu metode pengukuran produktivitas dengan pendekatan efisiensi proses produksi yang telah menghasilkan output.

Dirjen Binalattas Kemnaker, Budi Hartawan


"Dengan mengukur tingkat produktivitas suatu perusahaan menggunakan SIPRONI, maka akan diperoleh gambaran kondisi dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) kita dalam mewujudkan cita-cita pembangunan, serta dapat melihat sejauh mana kontribusi tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi," ujar Budi Hartawan.


Budi Hartawan mengungkapkan, walaupun upaya peningkatan produktivitas telah dilakukan lebih dari tiga puluh tahun (sejak tahun 1968), tetapi berdasarkan data dan informasi yang ada, tingkat produktivitas Indonesia terlihat belum cukup memuaskan jika dibandingkan dengan tingkat produktivitas negara-negara tetangga.


Menurut World Economic Forum (WEF), dalam The Global Competitiveness Report 2019, skor daya saing Indonesia pada tahun 2019 sebesar 64,6 dan menempati peringkat 50 dari 141 negara yang tercakup.


Ia menegaskan, dengan jumlah penduduk Indonesia saat ini mencapai sekitar 265 juta jiwa, sebagian merupakan penduduk usia produktif dan dapat menjadi mesin raksasa yang produktif apabila mampu menciptakan tenaga kerja Indonesia yang berdaya saing dan produktif.


Karenanya, lanjut Dirjen Budi Hartawan, peningkatan daya saing dan produktivitas angkatan kerja Indonesia harus dilakukan secara sistematis dan terpadu. "Yakni melalui peningkatan kualitas tenaga kerja, dengan melibatkan seluruh kementerian, dan lembaga pemerintah, industri/perusahaan, serta asosiasi profesi," jelasnya.


SIPRONI ini juga merupakan salah satu langkah dalam mendukung Gerakan Produktivitas Nasional (GPN) yang akan dilengkapi dengan pembentukan Forum Produktivitas Kerja. Hal ini untuk meningkatkan peran serta aktif Pemerintah (Pusat dan Daerah), pelaku usaha (perusahaan dan industri), Serikat Pekerja dan Akademisi di Indonesia.


Ia berharap melalui sistem SIPRONI ini, Kemnaker akan mampu menyiapkan SDM yang berdaya saing dan produktif sebagai bagian dari peningkatan daya saing nasional. "Serta seiring dengan itu juga akan meningkatkan produktivitas nasional," katanya. (GAL)