Kasihan, Dua Lansia Telantar & Kelaparan Gegara Adik Kandung

.

Kasihan, Dua Lansia Telantar & Kelaparan Gegara Adik Kandung

Galih
Minggu, 27 September 2020


Kota Bekasi - Dua wanita lanjut usia (Lansia) Orliana Teguh Wibawa (83) dan Kartiningrum Teguh Wibawa (74), diterlantarkan oleh saudara kandungnya selama hampir empat bulan di dalam rumahnya di Perumahan Harapan Indah, Jalan Kedondong VI, Blok TN, Nomor 07, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi.

Menurut warga setempat, Antonius Imam (59), menceritakan kedua wanita lansia ditinggalkan begitu saja oleh adik kandungnya bernama Faruk Supriatna yang akrab disapa Frans sejak bulan Juni 2020. Selama diterlantarkan, warga merawat dan mencukupi kebutuhan dua lansia tersebut.

"Awalnya mereka pindah ke wilayah kami pada Juni 2019. Selama setahun memang warga melihat kalau adiknya Frans yang merawat kedua lansia tersebut. Namun sejak bulan Juni lalu kedua lansia itu ditinggalkan begitu saja tanpa ada yang merawat dan tidak ada pemberitahuan kepada warga sekitar atau RT setempat," ujar Antonius Imam menceritakan kisah pilu kedua lansia tersebut kepada Bekasisatu.id, Sabtu (26/09/20).

Lanjut Imam, kedua lansia itu diketahui terlantar setelah warga menghampiri rumah kediaman mereka dan mendapati dalam keadaan kelaparan dan kehausan.

Dari keterangan kedua lansia, mereka ditinggalkan oleh adik kandungnya begitu saja tanpa persediaan makanan dan uang untuk bertahan hidup. Selama diterlantarkan, warga bahu membahu membantu keduanya untuk dapat bertahan hidup.

"Mereka kelaparan dan haus. Kami dari perkumpulan gereja berinisiatif membantu dan merawat mereka dengan berkunjung ke rumah mereka bergantian memberi makan dan minum. Selain itu biaya listrik kita patungan, dua bulan terakhir kemarin kami bayar sejumlah Rp 1,7 juta. Saya heran, kok tega saudaranya terlantarkan mereka yang sudah tua begitu," lanjutnya.

Saat ditanya wartawan, Orliana mengeluhkan bahwa, selama ini dirinya kesulitan dalam memenuhi kebutuhan makan dan minum. Selain itu, ia meminta supaya adiknya mengembalikan apa yang menjadi milik mereka untuk bertahan hidup.

"Kembalikan sertifikat rumah kami. Kan itu mobil udah dijual, kami tidak dapat sepeserpun. Kami mau beli makanan sama minum bagaimana. Kemarin aja kami panggil orang untuk beli minum, tapi kami bilang tidak punya uang, terus dibayarin tetangga," keluh Orliana.

Kartiningrum saudaranya juga menginginkan hal serupa, ia mau agar apa yang sudah diambil adiknya agar dikembalikan. Karena mereka tidak merasa memberikan hak milik mereka, hanya menitipkan saja supaya lebih aman.

"Kita tidak pernah kasih, Frans minta untuk diamankan saja. Kami berikan karena kami kan sudah tua dan sakit-sakitan. Dia kan masih sehat, jadi kami pikir lebih baik mereka yang simpan. Bukan untuk dijual atau dimiliki," tambah Kartiningrum.

Salah satu warga lainnya, Margareth Amin (54) membenarkan bahwa, selain menelantarkan, sang adik juga membawa serta harta benda yang dimiliki kedua lansia tersebut yakni berupa mobil dan sertifikat rumah yang saat ini ditempati kedua lansia kakak beradik itu. Warga sekitar sudah berupaya menghubungi Frans, namun tidak pernah ditanggapi dan terkesan menghindar.

"Pak Frans awalnya kami kira baik dan mulia mau merawat dua orang tua ini. Tapi ternyata, mereka malah ditinggalkan begitu saja dengan membawa harta berupa sertifikat rumah dan mobil milik kedua lansia itu. Malah saya dengar dari nenek ini mobil mereka sudah dijual dan uangnya tidak diterima sepeserpun dari hasil penjualan mobil," ucap Margareth Amin ditemui di kediaman kedua lansia.

Sebelumnya Frans pernah dipancing untuk datang ke kediaman kedua lansia dengan mengatakan ada sumbangan dari gereja untuk dua wanita tua itu. Walaupun keduanya berhasil didatangkan, namun ternyata bukan untuk mengetahui kabar kedua lansia yang merupakan kakak kandungnya, tapi hanya untuk mengambil sumbangan dari gereja.

"Pernah dipancing supaya datang. Kami bilang ada sumbangan dari gereja, dan mereka datang. Eh ternyata cuma mau ambil sumbangan gereja. Kami sampaikan ke Frans, silahkan harta benda dua nenek ini kalian kuasai, tapi tolong keduanya juga dirawat. Apa mereka tidak punya rasa kemanusiaan dan hati nurani. Kami di sini hanya ingin membantu kedua nenek itu, tidak ada maksud lain," tandasnya.

Untuk diketahui, kedua lansia tersebut sudah sangat renta dan tidak berdaya. Orliana tidak dapat melihat, lumpuh, dan hanya terbaring di kasur. Akan tetapi daya ingatnya masih terbilang bagus dan dapat berkomunikasi dengan baik. Untuk buang air kecil, ia menggunakan sebuah bangku dorong sebagai pegangannya menuju kamar mandi. Sedangkan saudaranya Kartiningrum sudah lemah ingatannya dan terlihat lunglai. (GL/Sgr)