Muhammadiyah Kota Bekasi Bagikan Sembako ke Guru Ngaji Terdampak Corona

.

Muhammadiyah Kota Bekasi Bagikan Sembako ke Guru Ngaji Terdampak Corona

Editor: BS
Rabu, 22 April 2020

Kota Bekasi - Berbagai upaya terus dilakukan elemen masyarakat untuk membantu masyarakat tidak mampu dalam bertahan hidup menghadapi pandemi Covid-19.

Salah satunya yaitu, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bekasi yang menyalurkan 300 paket sembako kepada keluarga tidak mampu dan para guru ngaji  terdampak Covid-19.

Pendistribusian sembako tersebut secara simbolis dihadiri, Istri Wakil Walikota Bekasi Wiwiek Tri Adhianto, pengurus perserikatan Muhammadiyah, Sekretaris MUI Kota Bekasi Ust. Hasnul Khalid dan Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Bekasi Abdul Muin Hafied yang juga Bendahara Umum PDM Kota Bekasi.

Menurut Ketua PDM Kota Bekasi, KH. Sukandar Ghazali, hari ini kita distribusikan 300 paket sembako door to door kepada masyarakat kurang mampu yang terdampak pandemi Virus Covid-19.

"Kita langsung distribusikan 300 paket. Teknisnya nanti dikirim melalui pengurus di tingkat kecamatan jadi door to door  kita antar," kata Ketua PDM Kota Bekasi KH. Sukandar Ghazali, (22/04).

Ia menjelaskan jauh sebelum acara hari ini, PDM Kota Bekasi telah berkontribusi dalam membagikan paket makanan dan sembako kepada sejumlah pihak atau lembaga dalam meringankan beban dampak Covid-19.

"Termasuk kita bagikan kepada pengemudi ojek, penjaga perlintasan kereta api, dan juga guru ngaji," pungkasnya.

Ia pun berterimakasih kepada sejumlah pihak yang ikut andil dalam membantu program ini. "Dari Persaudaraan Alumni 212 kita dapat bantuan 60 paket sembako, dari bapak Tri Adhianto Wakil Wali Kota Bekasi, ibu Intan Fauzi Anggota DPR RI, dan pihak - pihak lain yang mendukung program kita ini," papar KH. Sukandar yang juga pengurus FKUB Kota Bekasi.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pembagian infaq hasil lomba gerak jalan dalam memperingati Muktamar Muhammadiyah ke 48 tahun.

"Pendistribusian keuangan hasil infaq kupon gerak jalan, yakni untuk Masjid Al Jihad Rp30 juta, Panti Asuhan 'Aisyiyah Rp15 juta, Panti Asuhan Aisha Jena Muhammadiyah (AJM) Rp10 juta, Binaan PRA Jatimakmur Rp10 juta, Panti Asuhan Nurul Badri Rp5 juta. Total semua Rp70 juta," jelas KH. Sukandar. (Red)