Kota Bekasi Segera Terapkan Program Orangtua Asuh Bagi Anak Yatim

.

Kota Bekasi Segera Terapkan Program Orangtua Asuh Bagi Anak Yatim

Editor: BS
Jumat, 13 Maret 2020

KOTABEKASI - Walikota Bekasi, Dr. Rahmat Effendi didampingi Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kemasyarakatan, Asda 1 beserta Ka Perangkat Daerah terkait berkunjung Kota Bengkulu untuk mempelajari program Gerakan Peduli Yatim (GPY) yang telah diterapkan di Kota Hadist 12/3.

Dalam kunjungannya Walikota Bekasi disambut langsung oleh Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi dan Rombongan disambut istimewa dengan tarian persembahan adat Kota Bengkulu.

Gerakan Peduli Yatim yang akan diterapkan oleh Pemerintah Kota Bekasi bertujuan untuk memastikan para anak Yatim mendapatkan hak yang sama melalui uluran tangan kepedulian para pejabat di pemkot Bekasi untuk memberikan bantuan dan menjadi orangtua asuh dari anak yatim.
“ jelas Rahmat.


Rahmat juga mengatakan, seluruh anak yatim di Kota Bekasi, harus mendapatkan kebahagiaan untuk kehidupannya sebagaimana mestinya dengan kehidupan yang tentram dan mendapatkan kebahagiaan.

“Seluruh anak yatim yang ada di Kota Bekasi, berhak memiliki harapan sama seperti anak-anak lainnya yang mendapatkan kebahagiaan, baik pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan," katanya.

Untuk itu, lanjut dia, pemerintah harus hadir memberikan harapan dan kebahagiaan dengan tidak memandang suku dan agama.

Selama ini, katanya, banyak anak yatim yang terabaikan kebahagiaan mereka dan pemerintah harus hadir memberikan kepastian 100% anak yatim mendapatkan kebahagiaan dan masa depan yang cerah dengan mendapatkan orangtua angkat yang memperhatikan setiap kebutuhan.

Selain itu, melalui GPY, katanya, diharapkan dapat membangun kebersamaan dan silatuhrahmi di antara seluruh umat beragama di Kota Bekasi. Hal itu dimaksud agar kondisi aman, tentram dan terjalin suatu keharmonisan umat beragama berjalan dengan baik.

Saat ini,  jumlah keseluruhan anak yatim di Kota Bekasi sebanyak 2500. Tugas orangtua asuh di antaranya memastikan semua kebutuhan sekolah, menyantuni setiap bulan.

“Memang semua yang diberikan ini tidak mencukupi kebutuhan mereka akan tetapi bisa mengubah pemikiran mereka, yang selama ini tidak ada yang memperhatikan kemudian sekarang ada yang perhatian kepada mereka,” katanya.

Nantinya seluruh pejabat di Kota Bekasi akan mengambil bagian untuk menjadi orang tua asuh bagi anak yatim.

Selain itu, warga Kota Bekasi, yang memiliki rezeki lebih dapat mengambil peran sebagai orangtua asuh melalui program GPY. *