Menuju 4.0, Forum Investor Bekasi Helat Seminar Transformasi Digital Marketing

.

Menuju 4.0, Forum Investor Bekasi Helat Seminar Transformasi Digital Marketing

Editor: BS
Kamis, 27 Februari 2020

Kota Bekasi - Sebagai wadah besar bagi para pelaku industri di wilayah Bekasi dan sekitarnya, Forum Investor Bekasi (FIB) memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan sumber daya yang kompeten dalam menghadapi berbagai tantangan dalam revolusi industri 4.0.

Untuk mewujudkan hal tersebut Forum Investor Bekasi mengadakan seminar Transformasi Marketing Digital, bertempat di hotel Holiday Inn, Kamis (27/03/20).

Dalam seminar tersebut dihadiri narasumber berkompeten seperti, Director Commercial and GTM Reach Ada Asia Muhammad Yuffi Alvidra dan President Direktur PT Komatsu Indonesia Pratjojo Dewo Sridadi.

Muhammad Yuffi Alvidra mengatakan, salah satu sektor yang perlu diperhatikan dalam digital marketing adalah kemampuan perusahaan dalam mengkomunikasikan visi, kebijakan, serta integrasi mereka dengan para customer melalui kanal digital.

"Oleh sebab itu, kita harus menyiapkan kesadaran para pelaku industri, khusunya di wilayah Bekasi terhadap penguasaan teknologi digital melalui seminar Transformasi Marketing Digital dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0," ungkap Yuffi saat menjadi narasumber seminar transformasi marketing digital.

Dirinya menjelaskan, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah merancang Making Indonesia 4.0 sebagai sebuah roadmap (peta jalan) yang terintegrasi untuk mengimplementasikan sejumlah strategi dalam memasuki era Industry 4.0.

"Guna mencapai sasaran tersebut, perlu melibatkan beberapa pemangku kepentingan, mulai dari institusi pemerintahan, asosiasi dan pelaku industri,hingga unsur akademisi," lanjut Yuffi.

Maka dari sektor industri nasional perlu banyak pembenahan terutama dalam aspek penguasaan teknologi yang menjadi kunci penentu daya saing di era Industry 4.0. "Seperti internet of Things, Artificial Intelligence, Human-Machine Interface, teknologi robotic dan sensor, serta teknologi 3D Printing," ungkap Yuffi. (GL)