Pemkot Bekasi Launching Pengurangan Kantong Plastik

.

Pemkot Bekasi Launching Pengurangan Kantong Plastik

Editor: BS
Senin, 30 Desember 2019
Kota Bekasi - Wakil Walikota Bekasi, Tri Adhianto secara langsung melaunching program pengurangan kantong plastik di pusat perbelanjaan di Kota Bekasi. Ia mengatakan program Pemerintah Kota Bekasi ini dalam rangka mewujudkan pembangunan berwawasan ramah lingkungan.

Program pengurangan sampah plastik juga diawali penerapannya di lingkungan kantor Walikota Bekasi. Kini aparatur ASN dan Non ASN dilarang membawa plastik di Kantor Walikota Bekasi. Dan imbauan untuk membawa botol minum Tumbler dalam keseharian tugasnya.

"Kita sudah mencontohkan dalam pengurangan sampah plastik oleh aparatur.  Kini dilakukan di pusat-pusat perbelanjaan yang ada, saat Car Free Day dan Sosialisasi bagi pedagang UMKM. Kita contohkan terlebih dahulu sebelum diterapkan di masyarakat," ucapnya, Senin (30/12/19).
Ia pun mengapresiasi kesediaan Metropolitan Mal (MM) Bekasi yang mempelopori program tersebut. Apalagi  MM sebagai pusat perbelanjaan pertama di Kota Bekasi dan telah dikenal luas masyarakat.

"Sebagai salah satu Mal yang berdiri pertama di Kota Bekasi, MM mampu memberikan  contoh dan mendukung setiap program Pemkot Bekasi," terangnya.

Dalam kesempatan itu, dilaksanakan deklarasi pengurangan sampah plastik dari asosiasi pusat perbelanjaan Bekasi, Penggiat Lingkungan, dan Pemerintah Kota Bekasi. Komitmen bersama ini terus digaungkan sebagai upaya mendukung program pembangunan yang  ramah lingkungan menuju Kota Bekasi Bebas Sampah Plastik di 2020.

Wakil Walikota Bekasi Tri Adhianto juga menuturkan upaya pemerintah kota Bekasi terus menggandeng penggiat lingkungan dan komunitas Bank Sampah di Kota Bekasi. Ini dilakukan supaya ada proses daur ulang sampah mulai dari lingkungan terkecil di tingkat RT dan RW. Bahkan kedepan ia mencanangkan setiap RW sudah memiliki minimal satu bank sampah aktif.

"Pemkot terus berdayakan bank sampah. Dan hingga kini mulai bergeliat sebagai upaya pengurangan sampah dan mendorong ekonomi masyarakat. Kini tercatat sebanhak 288 Bank Sampah aktif dikelola dan kedepan kita harap Satu RW memiliki Satu Bank Sampah. Perlu di bentuk 1000 Bank Sampah lagi," ungkapnya.

Sementara itu, Corporate Comuncatio PT Lion Superindo, Priyo Dwi mengatakan  pihaknya mendukung program pengurangan sampah plastik yang  dilakukan Pemerintah Kota Bekasi dan sekarang diterapkan di pusat perbelanjaan dan toko ritel.

"Jelas kita mendukung dan kami pun sudah memulai menerapkan pengurangan kantong plastik. namun sekarang ini masih tetap kami sediakan. Apabila nantinya di Maret 2020 sudah diterapkan zero plastik, kami pun tetap mendukung," kata Priyo. (GL)