Masuknya Era 4.0 Mengubah Perilaku Masyarakat Jadi Konsumtif

.

Masuknya Era 4.0 Mengubah Perilaku Masyarakat Jadi Konsumtif

Editor: BS
Jumat, 06 Desember 2019
Kota Bekasi - Era globalisasi 4.0 sudah semakin pesat masuk ke Indonesia, hal ini ditandai dengan masuknya teknologi yang semakin canggih yang menekankan pada pola digital economy, artificial intelligence, big data, robotic, dan lain sebagainya atau dikenal dengan fenomena disruptive innovation.

Menurut Akademisi President University Olivia Ruth Natalia, S.Psi, Globalisasi  memang  identik  dengan  ekonomi  pasar  bebas, sehingga ada peleburan dan pergeseran budaya yang merepresentasikan kenyatan yang saling terkait.

“Dengan kemajuan di berbagai  bidang,  era  globalisasi seolah  menjadi  salah  satu  alternatif  untuk menyatukan seluruh umat manusia dan menghilangkan segala perbedaan dalam masyarakat dunia,” Ucapnya, Jumat (06/12/19).

Namun, Lanjut Olivia, pada kenyataannya globalisasi seolah gagal dalam menyatukan masyarakat dalam membentuk suatu solidaritas yang lebih besar. Meskipun jika dilihat secara sekilas menunjukkan bahwa globalisasi seolah telah berhasil menyatukan masyarakat dunia,

“Perkembangan  zaman  di  era  global  saat  ini  membawa  suatu  budaya  baru,  salah satunya adalah budaya konsumtif. Budaya ini adalah bagian dari perkembangan dan kemajuan dunia dalam khususnya  dalam menghadapi  kemiskinan.  Namun optimisme  tersebut seakan berbenturan  dengan  kenyataan  yang  terjadi,” Ungkap Olivia. 

Maka dari itu, optimisme akan kesejahteraan ekonomi masyarakat yang berlebihan tersebut sebagian besar seolah  berakhir  dengan  kesenjangan  lebih tinggi  antara masyarakat  dengan ekonomi  yang baik dengan mereka yang tidak dapat menyesuaikan diri menghadapi persaingan kapitalisme global. 

“Perkembangan masyarakat konsumen ini  merupakan salah  satu hasil dari  fenomena global  tersebut. Gaya hidup  yang  berlebih-lebihan  semakin  dikuatkan  dengan  dukungan  berbagai  kemajuan teknologi, termasuk perkembangan pasar yang seolah dapat dengan mudahnya mengendalikan minat  masyarakat,” Pungkas Olivia. (GL)