Jadi Korban Bully, Siswa SMP Malah Di Keluarkan Pihak Sekolah

.

Jadi Korban Bully, Siswa SMP Malah Di Keluarkan Pihak Sekolah

Editor: BS
Rabu, 04 Desember 2019
Penulis: Galih


Kota Bekasi – Siswa SMP di Kota Bekasi Berinisial (P) di keluarkan oleh pihak sekolah Sekolah Al-Azhar Summarecon, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi.

Di duga bocah SMP tersebut dikeluarkan karena korban Bullying Menurut orang tua Korban, Hazmi (45), anaknya sempat bercerita kepadanya, bahwa ia di keroyok oleh 10 murid SMP Al-Azhar saat Masa Orientasi Siswa (MOS).

 “Anak saya di tarik kerah bajunya, kemudian di pukul dadanya, anak saya balas tetapi tidak bisa karena anak saya sendiri sedangkan yang mengeroyok 10 siswa kaka kelas, karena tidak bisa melawat anak saya lari,” katanya saat diwawancari bekasisatu.id, Rabu (04/12/19).

Dengan kejadian itu, anaknya pun waspada kepada kaka kelasnya. Kemudian setelah kejadian tersebut kepala sekolah SMP Al-Azhar mengumpulkan siswa dan wali murid.

 “Dan saat itu juga anak saya langsung mendapat Poin jelek karena tidak disiplin," katanya.

Bukan hanya itu saja, sebagai orang tua, saya pun di minta untuk memindahkan anak saya dari sekolah karena Poin yang jelek,” Ungkap Hazmi mendengar hal tersebut, lanjut hazmi, dirinya tanpa pikir panjang langsung memindahkan anaknya ke sekolah lain.

"Pihak Sekolah Al-Azhar, saya nilai tidak tegas dan berat sebelah karena anak saya yang di keroyok dan di Bully, kenapa anak saya yang harus di minta keluar dari sekolah,” ujarnya.

Dengan kejadian itu, dirinya pun akan berkonsultasi dengan pengacaranya untuk menindak lanjuti prilaku pihak sekolah SMP Al-Azhar yang dinilai tidak bisa bersikap tegas dengan pelaku pengeroyokan terhadap anaknya.

“Saya sedang konsultasikan dengan pengacara saya, saya lapor polisi atau tidak nanti saya akan solusikan itu dengan kuasa hukum saya," ungkapnya.

 Saat dikonfirmasi, Amin Hamidi selaku Kepala Sekolah SMP AL-Azhar Summarecon membantah bahwa tidak ada Bully di lingkungan sekolah yang di pimpinnya. 

“Siswa (P) itu bukan kita keluarkan melainkan mengundurkan diri karena telah memiliki banyak maslah dan memiliki 1000 pion tidak di siplin sehingga mengundurkan diri, untuk siswa yang melakukan Bully kepada siswa lain pun di sini tidak ada,” bantahnya.