Kartu Sehat Urat Nadi Warga Kota Bekasi

.

Kartu Sehat Urat Nadi Warga Kota Bekasi

Editor: BS
Sabtu, 19 Oktober 2019
ilustrasi
Oleh : Aby Surya Simatupang
Sudah menjadi tujuan hidup manusia inginkan kesehatan yang baik sehingga berusaha agar menjaga tubuhnya tidak sakit.
Hanya saja masyarakat sering menanggapi masalah kesehatan identik dengan permasalahan kondisi fisik belaka.
Padahal menurut UU RI No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dikatakan bahwa kesehatan adalah keadaan sejahtera badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.
Terobosan Kartu Sehat di Kota Bekasi Membuat percontohan yang baik bagi seluruh Propinsi se – Indonesia, bagaimana tidak.. Kartu Sehat yang di berikan Warga Kota Bekasi Gratis tanpa di pungut biaya.
Dan hampir warga Kota Bekasi menikmati berobat gratis di semua Rumah Sakit. Sesuai data Pemkot Kota Bekasi tahun 2017 sudah terregister 26.807 Kepala Keluarga apalagi tahun 2018.
Jadi jika Kartu Sehat di sebut Kartu Politik itu salah karena Kartu Sehat adalah urat nadi Warga Kota Bekasi yang membawa Ribuan Keluarga terselamatkan dengan Kartu Sehat.
Sudah menjadi tugas Pemerintah adalah mensejahterakan warga di seluruh bidang seperti Pendidikan, Kesehatan, Pembagunan dsb.
Sehingga wajar kesehatan gratis melalui Kartu Sehat adalah Program utama Pemerintah.
Tidak seperti iuran BPJS Kesehatan akan naik pada Januari 2020. Sesuai dengan usulan Menteri Keuangan Sri Mulyani, kenaikan tersebut mencakup peserta yang menggunakan fasilitas kesehatan (faskes) kelas III, serta peserta yang menikmati faskes kelas I dan II.
Jelas jauh lebih hebat Kartu Sehat yang gratis tanpa biaya sepesekpun dan ini harapan semua Warga Kota Bekasi
Seperti Contoh warga Kelurahan Jati Cempaka Asepudi ( 54) yang beroperasi jantung dengan biaya 50 juta bahkan ada juga ratusan juta di selamatkan biaya gratis oleh Kartu Sehat.
Kartu Sehat sudah pasti di butuhkan Warga Kota Bekasi.*